:: Selamat Datang di Official Website Masjid Al Hikmah Toyan. Semoga bisa menjadi media berbagi dan media silaturahmi untuk saling memotivasi. Tingkatkan Ukhuwah, Jaga Istiqomah. Salam Ikhuwah. Indahnya Berbagi - Mari Menuju Kebaikan dan Perbaikan ::.
do follow

Website Masjid Al Hikmah Toyan

| Secara Bertahap Website Ini Akan Migrasi Ke Rumah Baru Kami | www.alhikmahtoyan.org

Rabu, 18 Maret 2009

Sertifikasi Ustadz/ah TPA Al Hikmah Toyan

Sebagai tindak lanjut dari pelatihan ustadz/ah yang telah dilaksanakan selama 10 kali pertemuan beberapa waktu yang lalu oleh BADKO TKA/TPA Kecamatan Wates, Ahad 8 Maret 2009 bertempat di Masjid Jami’ diadakan penjelasan ujian sertifikasi S1, dilanjutkan pada Ahad 15 Maret 2009 dengan agenda pelaksanaan ujian sertifikasi S1 di Masjid Agung Wates.

4 (empat) orang ustadz/ah TPA Al Hikmah yang juga telah mengikuti pelatihan, sejak beberapa hari menjelang pelaksanaan ujian sudah sibuk menghafal materi yang akan diujikan. Bahkan pengajian rutin Malam Ahad, 14 Maret 2009 yang disampaikan oleh Bapak Iswandi-pun tidak begitu diikuti dengan semangat oleh Hanum Wahyu Wibisono, Rosmita Diah Permata Sari, Rezky Putri Lintang Puspita dan Kholis Alfiah.
Terlepas dari itu, semoga dengan adanya pelatihan dan sertifikasi yang telah dilaksanakan tersebut dapat meningkatkan kualitas/mutu ustadz/ah sebagai ujung tombak di masing-masing TPA dalam menciptakan generasi Qurani. Amiin. * [adm].

Selengkapnya → Sertifikasi Ustadz/ah TPA Al Hikmah Toyan

Selasa, 10 Maret 2009

Pertemuan Triwulan TPA Al Hikmah Toyan

Pertemuan rutin triwulan TPA Al Hikmah Toyan untuk pertama kalinya Tahun 2009 ini dilaksanakan pada Hari Sabtu, 7 Maret 2009.

Pertemuan yang dihadiri Wali Santri TPA Al Hikmah Toyan, Donatur Tetap TPA, Pengelola, Pengurus Harian dan Ustadz/ah itu menghasilkan beberapa keputusan diantaranya :

1. Santri Aktif per 1 Maret 2009 52 Santri ; 7 Kelas.
2. Jumlah Ustadz/ah per 1 Maret 2009 8 orang.
3. Keuangan TPA per 1 Maret 2009 Rp. 271.000,-.
4. Tabungan santri per 1 Maret 2009 Rp. 3.968.500,-.
5. Wali Santri diharap meningkatkan bimbingan dan pengawasan di rumah.
6. Rencana pembuatan seragam baru bagi santriwan/wati dan ustadz/ah.

Terkait dengan rencana pembuatan seragam baru bagi santriwan/wati dan ustadz/ah segera akan diadakan pertemuan tersendiri.

Semoga seragam baru yang didambakan segera terwujud. Amiin. * [adm].

Selengkapnya → Pertemuan Triwulan TPA Al Hikmah Toyan

Senin, 02 Maret 2009

Jangan Tidur Usai Sholat Subuh

Selesai makan malam, sambil menikmati istirahat bersama keluarga di rumah, kubuka e-mail inbox. Seorang teman, anggota mail list mengirim e-mail dengan lampiran slide Power Point. Kubuka slide halaman pertama. Judulnya ’Keutamaan Sholat Subuh Berjama’ah di Masjid’. Terdapat penjelasan di bawahnya, disarikan dari buku ‘Misteri Sholat Subuh’ karya DR. Raghib As-Sirjani. Kelihatannya sangat menarik dan bermanfaat. Segera ku-copy untuk dimasukkan dalam folder ibadah dari file-ku. Sehingga bisa dibaca dengan lebih seksama.

Sholat subuh merupakan ibadah yang bagi sebagian orang terasa berat untuk dilakukan di awal waktu. Mereka terbuai oleh nikmatnya tidur. Rutinitas kehidupan kita berupa siklus kantuk, tidur, bangun, dan beraktivitas merupakan karunia nikmat Allah SWT. Suatu sunatullah yang telah dilekatkan pada penciptaan manusia. "Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat". (QS An-Naba' [78]: 9). Adzan untuk panggilan sholat Subuh agak berbeda. Ada tambahan ucapan ashsholatu khoirumminan naum sebanyak dua kali yang artinya sholat lebih baik daripada tidur. Beberapa masjid mengumandangkan adzan Subuh dua kali. Adzan pertama sebagai tanda fajr-kadzib sedangkan adzan kedua adalah tanda telah sampainya saat fajr-shodiq. Fajr-shodiq merupakan waktu Subuh yang sebenarnya.

Fajr-kadzib masuk dalam periode sepertiga malam terakhir yang sangat istimewa. Dalam hadis Qudsi, Allah SWT berfirman, bahwa pada saat sepertiga malam terakhir bagi siapa yang bermunajat kepada-Nya akan dipenuhi; yang memohon ampun akan diampuni, yang berdoa akan dikabulkan. Setelah mendengar adzan fajr-kadzib, seyogyanya kita segera bangun tidur, untuk melakukan qiyamul lail, sholat tahajud. Allah SWT menjanjikan kedudukan yang terpuji bagi mereka yang mendirikan sholat tahajud (QS Al-Israa' [17]: 79). Rasulullah SAW mengajarkan doa bangun tidur: ''Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami dan kepada-Nya kami akan kembali. '' (HR Bukhari).

Perlu usaha agar kita bisa bangun di akhir malam. Jika sudah terbiasa, akan mudah dan ringan untuk dilaksanakan. Caranya dengan tidur malam di awal waktu dan makan malam secukupnya saja. Di samping itu, menjelang tidur malam kita niatkan akan mendirikan shalat tahajud semata-mata mencari keridhoan-Nya. Tidak lupa berdo’a sebelum tidur yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW: ''Dengan menyebut nama-Mu wahai Allah, aku hidup dan dengan menyebut nama-Mu aku mati. '' (HR Bukhari dan Muslim).

Doa di atas dengan izin Allah SWT akan menjadikan kita selalu dalam penjagaan-Nya dan ingat akan kematian. Kematian bisa datang kapan saja. Mungkin besok, mungkin lusa, atau mungkin pada saat sedang menikmati tidur. Umur kita dan bagaimana kita mati adalah rahasia-Nya. Kita harus selalu siap siaga setiap saat agar saat maut menjemput, dalam keadaan husnul khatimah.

Kubuka slide Power Point tentang keutamaan sholat Subuh berjama’ah di masjid. Beberapa sabda Rasulullah SAW didalamnya, memberikan motivasi untuk senantiasa mendirikan sholat Subuh berjama’ah di masjid. Salah satu di antaranya: “Berikanlah kabar gembira bahwa barangsiapa yang sering berjalan dalam kegelapan menuju masjid akan mendapatkan cahaya yang sangat terang di hari kiamat“ (HR Abu Dawud, Tirmidzi & Ibnu Majah). Yang dimaksud dengan berjalan dalam kegelapan menuju masjid adalah pergi ke masjid untuk sholat Isya’ dan sholat Subuh secara berjama’ah.

Waktu Subuh hingga matahari terbit adalah waktu yang penuh barokah yang seharusnya kita manfaatkan dengan optimal. Rasulullah SAW memberikan contoh dengan tidak pernah tidur lagi usai mendirikan sholat Subuh di masjid. Berdzikir, tilawah dan tadabbur Al-Qur’an adalah amalan yang bisa dilakukan ba’da sholat Subuh hingga terbit matahari. Banyak dzikir ma’tsurat diajarkan oleh beliau yang bisa diamalkan.

Jika sholat Subuh kita lakukan di masjid secara rutin dan setelahnya tidak tidur. Namun, diikuti dengan amalan di atas hingga matahari terbit, akan banyak keberkahan yang didapatkan. Setelah matahari sepenggalah naik, bisa dilanjutkan dengan sholat dhuha. Semuanya merupakan bekal ruhiyah yang akan memberikan spirit dalam melakukan kegiatan sehari-hari untuk meraih ridho Allah SWT. Kegiatan sebagai pelajar atau mahasiswa, kegiatan berbagai profesi atau keahlian, maupun kegiatan para pensiunan atau purnawirawan dalam mengisi waktu luang yang memberikan manfaat.
Sumber : Era Muslim

Selengkapnya → Jangan Tidur Usai Sholat Subuh